Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Rintik Asmara

Embun setelah hujan malam pagi menjelma menjadi kelam harapan perlahan tenggelam kalbu yang kini menghitam Fajar di pertengahan libra menerpa segala kabut derita kelembutan disetiap sorot mata meyakinkanku akan hadirnya cinta Pertemuan di ujung khayalan bercengkrama di tengah angan angan ku hanya dapat menyaksikan mimpi dalam ketandusan Menunggu pada jarak tak menentu menghilang ditelan waktu bukan ancaman bagiku namun kebahagiaan semu

Penyesalan Jiwa

Skenario yang tercatat dengan rapi Timbulnya kesalahan bagaikan sebuah mustahil Takdir dari seorang gadis Membuat siapun menangis Hatinya menggema ketika membaca surat itu Pikirannya terombang ambing seperti di tengah badai Sekali lagi gadis itu berperan Membuat siapapun berduka Rangkaian kisah di ujung gemuruh Mencabik-cabik setiap amarah Dia adalah gadis yg tersiksa Tersiksa karena kelalaiannya