Dunia Kosong
Secercah cahaya,
menerangi gelapnya sukma.
Terangnya rembulan,
menyoroti kuatnya pilu.
Kala itu malam terasa gemerlap.
Hancurkan!
Udara kering dan dingin,
menerpa gigihnya sang dinding.
Ombak pena,
melukiskan bentangan cakrawala.
Sentuhan hangat,
bagai penghapus derita.
Kini kau bebas,
Terdengar suara yang begitu merdu.
menerangi gelapnya sukma.
Terangnya rembulan,
menyoroti kuatnya pilu.
Kala itu malam terasa gemerlap.
Hancurkan!
Udara kering dan dingin,
menerpa gigihnya sang dinding.
Ombak pena,
melukiskan bentangan cakrawala.
Sentuhan hangat,
bagai penghapus derita.
Kini kau bebas,
Terdengar suara yang begitu merdu.
Komentar
Posting Komentar