Jasad di Kala Senja


Mega kemerahan,
menembus kedamaian dalam lubuk hati.
Daun berguguran,
menemani setiap langkah kaki.
Hembusan angin,
mengingatkan kenangan yang tercipta. 

Tidak mungkin!

Nadi yang tak lagi berdenyut,
pandangan yang kini tertutup,
peristiwa alami yang terhenti,
tergambar dalam bola matanya.
Gadis yang malang,
"Dapatkah kau mendengar melodi yang sesungguhnya?"
bisik seorang pemuda dalam bayang-bayang kegelisahan. 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara Topeng

Rintik Asmara