Rintik Asmara
Embun setelah hujan malam
pagi menjelma menjadi kelam
harapan perlahan tenggelam
kalbu yang kini menghitam
Fajar di pertengahan libra
menerpa segala kabut derita
kelembutan disetiap sorot mata
meyakinkanku akan hadirnya cinta
Pertemuan di ujung khayalan
bercengkrama di tengah angan angan
ku hanya dapat menyaksikan
mimpi dalam ketandusan
Menunggu pada jarak tak menentu
menghilang ditelan waktu
bukan ancaman bagiku
namun kebahagiaan semu
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKamu si pembuat puisi, kamu percaya cinta?
BalasHapus