Rintik Asmara

Embun setelah hujan malam
pagi menjelma menjadi kelam
harapan perlahan tenggelam
kalbu yang kini menghitam

Fajar di pertengahan libra
menerpa segala kabut derita
kelembutan disetiap sorot mata
meyakinkanku akan hadirnya cinta

Pertemuan di ujung khayalan
bercengkrama di tengah angan angan
ku hanya dapat menyaksikan
mimpi dalam ketandusan

Menunggu pada jarak tak menentu
menghilang ditelan waktu
bukan ancaman bagiku
namun kebahagiaan semu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sandiwara Topeng